Ad: Atas Artikel
⏱️ Waktu Baca: ~2 Menit(268 kata)

JAYAPURA ( bisnispapua.com ) – Astra Motor Papua menggandeng SMK Negeri 3 Jayapura untuk menyiapkan program Teaching Factory (TEFA). Program ini memadukan pembelajaran SMK dengan praktik kerja berstandar industri.

Ad: In-Feed Paragraf 2

Technical Service Departemen Astra Motor Papua Randy Maulana Yusuf mengatakan, TEFA mengubah peran sekolah menjadi tempat praktik langsung. 

“Sekolah bukan cuma tempat belajar, tapi jadi tempat praktik. Siswa harus siap kerja,” ujarnya, kepada bisnispapua.com belum lama ini.

Randy mengungkapkan, melalui pendampingan Astra Motor Tanah Hitam, SMKN 3 Jayapura kini masuk tahap persiapan fasilitas dan peralatan. Pendampingan meliputi pembinaan teknis, operasional, serta peningkatan kompetensi guru dan instruktur.

Namun saat ini , tahap awal TEFA belum bisa mandiri. 

“Tugas kami dampingi sampai SMK bisa mandiri.Targetnya, implementasi penuh TEFA di SMKN 3 Jayapura berjalan pada 2027” ungkapnya

Randy menjelaskan, untuk menjadi Teaching Factory, sekolah wajib memenuhi tiga syarat utama. Pertama, sarana berupa laboratorium dan area pelayanan berstandar industri di lokasi strategis.Kedua, SDM guru dan instruktur kompeten. Ketiga, kelengkapan tools sesuai standar dealer.

Lewat TEFA, siswa mendapat pengalaman kerja nyata mulai dari menerima pelanggan, proses servis, hingga pembayaran. 

“Siswa TEFA itu belajar nerima pelanggan, servis, sampai proses bayar. Mereka ngerti bisnis, bukan cuma baut,” jelas Randy.

Menurutnya, bagi Astra, TEFA menjadi jalur rekrutmen talenta sejak kelas XI melalui magang. Kebutuhan tenaga kerja di jaringan dealer juga beragam, tidak hanya mekanik tetapi juga sales, kasir, administrasi, hingga pengelolaan suku cadang.

“Lewat TEFA, Astra Motor Papua gak cuma cari mekanik. Tapi bangun talenta dari hulu, yang paham mesin sekaligus paham melayani pelanggan,” tutup Randy. ( Muhammad Kasim )