Obat Maag Cair dan Tablet: Sama-Sama Efektif, Tetapi…

  • Whatsapp
Advertisements

Bisnispapua.com | Bisnis Papua

Pada saat seseorang mengalami maag tentu akan muncul gejala-gejala yang tidak menyenangkan, seperti perut kembung dan mulut terasa asam. Perasaan tidak nyaman tersebut bisa diringankan dengan minum obat. Namun, jenis obat maag yang tersedia pun banyak, seperti obat sakit maag cair dan tablet. Lantas, mana yang paling efektif di antara keduanya?

Obat sakit maag cair versus obat maag tablet

Obat untuk meringankan sakit maag yang dijual bebas di pasaran memang cukup banyak. Hal ini bertujuan agar Anda dapat meredakan gejala yang dialami.

Obat maag cair dan tablet merupakan dua jenis obat yang cukup populer digunakan oleh orang-orang. Namun, sebagian dari mereka masih bingung mana yang paling efektif meredakan rasa sakit di antara keduanya. 

Dilansir dari Canadian Society of Intestinal Research, riset obat-obatan terhadap manusia di Belanda mencoba menganalisis beberapa pasien yang menderita maag.

Hal ini bertujuan untuk melihat adakah perbedaan antara penggunaan kedua obat tersebut dan melaporkan temuannya dalam jurnal Alimentary Pharmacology and Therapeutics

Di dalam penelitian tersebut para pasien diminta untuk minum cairan obat maag dan pil. Pada kelompok pertama, para peserta mengonsumsi pil yang tidak berisi apa-apa dan cairan dengan senyawa obat yang aktif. Sementara itu, kelompok satunya pil mengandung bahan aktif sedangkan cairannya tidak. 

obat maag

Situasi ini dilakukan agar para pasien tidak bisa menebak obat mana yang sebenarnya aktif. Hasilnya, pasien yang mengonsumsi obat maag cair melaporkan keadaannya membaik setelah 19 menit berlalu. 

Di sisi lain, mereka yang mengonsumsi obat maag tablet membutuhkan lebih dari satu jam agar merasa lebih baik. Setelah tiga jam penggunaan obat berlalu tidak ada perbedaan yang kentara di antara kedua kelompok. 

Kelebihan obat maag cair

obat maag cair

Pada dasarnya obat maag tablet maupun cair mengandung bahan yang sama, seperti kalsium karbonat, natrium bikarbonat, hingga aluminium hidroksida. Perbedaan di antara keduanya ada pada bentuk dari obat tersebut. 

Advertisements
Baca Juga :  Tips Membantu Anak dengan Autisme Menghadapi Karantina COVID-19

Baik obat maag dalam bentuk cairan maupun tablet dapat bekerja untuk menetralkan kadar asam lambung dan meringankan gejala maag. Akan tetapi, proses kemampuan tubuh dalam menyerap obat maag cair lebih cepat dibandingkan dalam bentuk pil atau tablet. 

Pasalnya saat obat cair langsung diminum dan masuk ke dalam sistem pencernaan, tubuh lebih siap menyerap kegunaan dari obat ini karena lebih mudah dicerna. Maka itu, kebanyakan obat bentuk cair dinilai lebih efektif untuk menyeimbangkan pH lambung yang asam.

Walaupun demikian, sama seperti obat cair pada umumnya, obat maag cair memerlukan sendok takaran khusus yang biasanya ada di kotak obat. Hal ini bertujuan untuk memastikan dosis yang diberikan tetap setiap kali Anda menggunakanya. 

Apabila sendok khusus ini tidak digunakan, besar kemungkinan takaran dosis akan bervariasi mengingat sendok teh atau makan tidak dibuat dalam bentuk yang sama. Selain itu, obat cair terkadang membutuhkan bantuan dari orang lain, terutama bagi balita dan lansia.

Kelebihan obat maag tablet

obat untuk sakit kepala sebelah kiri

Kelebihan obat maag dalam bentuk cairan memang lebih mudah menyerap dan cepat dalam meringankan gejala maag. Akan tetapi, bukan berarti obat maag dalam bentuk tablet tidak efektif dalam mengobati rasa sakit yang dialami. 

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa baik obat maag cair maupun tablet mengandung bahan yang sama. Hanya saja keduanya hadir dalam bentuk yang berbeda dan tidak jarang digunakan sesuai dengan kondisi orang yang mengalami sakit maag. 

Sebagai contoh, kebanyakan pasien yang minum obat maag tablet tidak memerlukan bantuan. Sedangkan obat maag cair lebih sering diformulasikan untuk orang yang memiliki kendala dalam menelan pil atau tablet, seperti anak dan lansia. 

Dibandingkan dengan obat cair, obat maag tablet lebih akurat dalam takaran dosis. Selain itu, obat tablet juga diformulasikan agar dapat melepaskan zat aktifnya di tempat yang tepat di saluran pencernaan.

Hal tersebut bertujuan agar efek samping dari obat maag tidak terlalu terasa dan meningkatkan penyerapan di wilayah tersebut. 

Kebanyakan obat maag yang dijual di pasaran, baik dalam bentuk cair maupun tablet, dapat meringankan gejala yang dialami, seperti sakit perut. Apabila Anda sudah minum obat dan gejala maag tidak kunjung mereda selama berminggu-minggu, segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan khusus.

The post Obat Maag Cair dan Tablet: Sama-Sama Efektif, Tetapi… appeared first on Hello Sehat.

Baca Juga :  Mabuk Tanpa Minum Alkohol karena Auto-brewry Syndrome
Portal Berita | Berita Papua | Berita Terbaru | Berita Terkini | mesothelioma lawyer florida | lung cancer and mesothelioma | cancer lawyer mesothelioma | mesothelioma lawyer ca | nyc mesothelioma lawyer
Advertisements

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *