⏱️ Waktu Baca: ~2 Menit(330 kata)

 

JAYAPURA ( bisnispapua.com )- Astra Motor Papua membuka peluang investasi di sektor layanan purnajual sepeda motor Honda melalui pengembangan jaringan bengkel resmi Astra Honda Authorized Service Station ( AHASS ) Lite. Untuk kategori layanan tersebut, kebutuhan investasi awal diperkirakan sekitar Rp150 Juta, diluar biaya bangunan.

Service Manager Astra Motor Papua, Randy Maulana mengatakan AHASS Lite menjadi salah satu pilihan bagi calon investor yang ingin mengembangkan usaha di sektor perawatan dan service sepeda motor Honda.

BACA JUGABisnis•Rekomendasi Redaksi

” Untuk kategori AHASS Lite yang berukuran kecil, dengan kondisi 3×8 meter, investasinya sekitar Rp150 Juta diluar bangunan,” kata Randy kepada bisnispapua.com, belum lama ini.

Menurutnya, peluang bisnis layanan purnajual di Papua masih terbuka seiring kebutuhan konsumen sumen terhadap perawatan kendaraan dan ketersediaan suku cadang.

IKLAN TENGAH ARTIKEL

AHASS merupakan jaringan bengkel resmi Honda yang menyediakan layanan perawatan dan perbaikan sepeda motor.

“Melalui pengembangan jaringan tersebut, perusahaan berupaya memperluas akses konsumen terhadap layanan servis resmi,” jelas Randy.

Lanjutnya,  calon investor yang memiliki modal lebih besar juga dapat menjadi format usaha dengan skala yang lebih luas.

Namun,  besaran investasi AHASS Lite yang disebutkan tersebut merupakan estimasi awal untuk kategori tertentu.

” Calon investor perlu mengonfirmasi rincian kebutuhan modal, fasilitas, peralatan, persyaratan lokasi, dan ketentuan kemitraan langsung kepada Astra Motor Papua sebelum mengambil keputusan investasi,” ujar Randy.

Menurutnya, pengembangan AHASS Lite berkaitan dengan  rencana Astra Motor Papua meningkatkan aktivitas bisnis purnajual pada 2027.

Diproyeksikan kunjungan servis mencapai 440 ribu unit entry pada 2027, dibandingkan proyeksi 411 ribu unit di tahun 2026.

” Kamipun  juga menargetkan penjualan suku cadang sebesar Rp5 miliar per bulan,” tambah Randy.

Ia menilai pertumbuhan  kebutuhan servis dan suku cadang dapat menjadi peluang bagi pengembangan jaringan bengkel resmi.

Meski demikian, kelayakan investasi tetap perlu dihitung berdasarkan potensi konsumen di lokasi usaha, biaya operasional, ketersediaan tenaga mekanik, serta persaingan dengan bengkel lain.

Bagi calon investor, informasi mengenai kebutuhan investasi awal perlu disertai perhitungan biaya keseluruhan dan proyeksi pendapatan agar keputusan bisnis didasarkan pada kondisi pasar yang realistis.

” Kami berharap pengembangan jaringan AHASS dapat memperluas layanan bagi konsumen sekaligus membuka peluang baru direktorat otomotif Papua,” pungkas Randy. ( Muhammad Kasim )