JAYAPURA – Rupiah bukan sekadar kertas atau logam, tetapi simbol kedaulatan negara dan alat pembayaran yang sah dalam seluruh transaksi ekonomi di Indonesia.
Publikasikan Program & Berita Bisnis Anda di Jaringan Terpercaya BisnisPapua.com
Jangkau puluhan ribu pengambil keputusan, pelaku UMKM, perbankan dan investor di 6 Provinsi Tanah Papua.
Sebagai satuan nilai yang diakui secara hukum, rupiah memudahkan pertukaran barang dan jasa, menjaga stabilitas harga, dan menumbuhkan kepercayaan masyarakat terhadap sistem ekonomi nasional.
Konsep Rupiah Berdaulat menegaskan bahwa hanya rupiah yang menjadi alat pembayaran resmi di Indonesia, dengan pengelolaannya sepenuhnya berada di tangan Bank Indonesia. Prinsip inilah yang menjadi dasar pelaksanaan program ERB, untuk memastikan setiap warga negara—termasuk di pelosok Papua—memiliki akses terhadap uang yang layak edar dan berkualitas.
Bank Indonesia (BI) Papua kembali menegaskan kehadiran negara di wilayah terdepan, terluar, dan terpencil (3T) melalui Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) 2025. Program ini bukan sekadar pengedaran uang, melainkan wujud nyata kedaulatan ekonomi Indonesia di Tanah Papua.
Program ERB 2025 yang terlaksana pada 16–22 Mei 2025, menjangkau lima pulau 3T di Papua: Bromsi, Padaidori, Bras, Numfor, dan Yapen. Dalam misi ini, BI Papua bekerja sama dengan TNI Angkatan Laut menggunakan KRI Tatihu-853, menempuh perjalanan lebih dari 1.700 mil laut untuk melayani masyarakat di daerah terpencil.
BI Papua menyiapkan uang tunai senilai Rp14,8 miliar, meningkat 7,2 persen dibanding tahun sebelumnya. Dana tersebut digunakan untuk penukaran uang lusuh dengan uang baru, layanan kas keliling, serta edukasi Gerakan Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah.
Selain layanan kas, ekspedisi juga menyasar UMKM, pelajar, dan masyarakat pesisir, melalui sosialisasi QRIS Papua Digital dan pembagian paket pendidikan guna memperluas literasi keuangan.
Kehadiran rupiah hingga wilayah terpencil menjadi bukti nyata negara hadir di setiap sudut Tanah Air. Program ERB memastikan masyarakat di wilayah 3T tak hanya memiliki akses terhadap uang yang layak edar, tetapi juga memahami nilai rupiah sebagai simbol persatuan dan kedaulatan bangsa.
Melalui gerakan CBP Rupiah, BI menanamkan kesadaran nasionalisme ekonomi, mendorong masyarakat menggunakan rupiah dalam setiap transaksi di wilayah NKRI, sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi daerah.
Mata uang adalah identitas bangsa. Hadirnya rupiah di wilayah 3T menegaskan pelaksanaan UU No. 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang, yang mengamanatkan BI menjamin ketersediaan dan kualitas uang di seluruh Indonesia.
Sosok Frans Kaisiepo pada pecahan Rp10.000, sebagai simbol kebanggaan Papua. Pahlawan nasional asal Biak ini menjadi pengingat bahwa setiap lembar rupiah merepresentasikan semangat integrasi dan perjuangan bangsa Indonesia.
Program Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) bukan sekadar agenda tahunan, melainkan misi strategis nasional untuk menjaga kepercayaan publik terhadap rupiah, memperkuat literasi keuangan, serta menanamkan rasa cinta dan bangga terhadap simbol kedaulatan bangsa. ( Muhammad Kasim )
Artikel berjudul "Rupiah Berdaulat, Simbol Kedaulatan Ekonomi di Tanah Papua" dipublikasikan resmi oleh redaksi Bisnis Papua. Dilarang mengutip, menyadur, atau menyebarluaskan sebagian maupun seluruh materi tanpa mencantumkan tautan sumber aktif: https://bisnispapua.com/rupiah-berdaulat-simbol-kedaulatan-ekonomi-di-tanah-papua/
Tulis Tanggapan Anda
Komentar dimoderasi sesuai dengan Pedoman Pemberitaan Media Siber.