📅 Selasa, 29 Sep 2026 WIT
☀️ Jayapura 31°C
🔥 BREAKING
🔥 Gozero% Goes To Klangon, Telkom Bangun Ekosistem Keberlanjutan Berbasis Konservasi dan Pemberdayaan Masyarakat • 12:55 WIT 🔥 Satu Langkah untuk Listrik Maluku Utara, PLN dan Kejati Perkuat Kawalan Pembangunan • 09:59 WIT 🔥 Astra Motor Entrop Gelar Fun Cooking Class Special Harpelnas, Apresiasi Konsumen Setia Honda di Jayapura • 09:48 WIT 🔥 Astra Motor Resmikan Desa Sejahtera Astra Bengkaung, Dorong Potensi Desa Secara Berkelanjutan • 08:47 WIT 🔥 Hingga Agustus 2026, Pendapatan Negara di Papua Capai Rp3,89 Triliun • 07:49 WIT 🔥 Pemerintah Telah Realisasikan Belanja Negara Rp 35,58 Triliun di Wilayah Papua • 04:22 WIT
BISNIS PAPUA

Fitur Interaktif Cepat

Cuaca Jayapura: 31°C (Cerah Berawan)
Jadwal Shalat: Dzuhur: 11:45 WIT
© 2026 Bisnis Papua Media Siber
Nasional

BEI Catat 5 ETF Emas Perdana, Perluas Akses Investasi

Admin

Jurnalis Bisnis Papua • 12 Agustus 2026, 08:54 WIT • ⏱️ 4 min baca (692 kata)

👁️ 11.356 WA
📷 Foto dokumentasi peliputan program nasional dan pembangunan infrastruktur terpadu di wilayah Papua.
Foto: Dok. Redaksi Bisnis Papua
🤖 Ringkasan AI (Poin Penting Berita) Bisnis Papua AI
  • Realisasi investasi hilirisasi dan industri di Tanah Papua terus menunjukkan akselerasi positif.
  • Menyerap potensi tenaga kerja lokal Orang Asli Papua (OAP) secara berkelanjutan.
  • Mendorong pertumbuhan ekonomi regional melalui konektivitas logistik dan infrastruktur modern.
Suara AI Bahasa Indonesia
Audio TTS Reader v3.6

PROMOSI & KEMITRAAN BisnisPapua.com

Publikasikan Program & Berita Bisnis Anda di Jaringan Terpercaya BisnisPapua.com

Jangkau puluhan ribu pengambil keputusan, pelaku UMKM, perbankan dan investor di 6 Provinsi Tanah Papua.

Pasang Iklan / Advertorial →

JAKARTA ( bisnispapua.com ) – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama Self-Regulatory Organization lainnya, yaitu Kliring Penjaminan Efek Indonesia dan Kustodian Sentral Efek Indonesia, serta pelaku industri pasar modal dengan dukungan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) resmi meluncurkan Exchange-Traded Fund (ETF)  Emas perdana di pasar modal Indonesia bertepatan dengan peringatan 49 Tahun Diaktifkannya Kembali Pasar Modal Indonesia, Senin (10/8), di Main Hall BEI.  

Peluncuran ini ditandai dengan pencatatan lima  produk ETF Emas yang diterbitkan oleh lima Manajer Investasi, sekaligus menjadi tonggak baru dalam pengembangan instrumen investasi berbasis emas di pasar modal Indonesia.

Lima produk ETF Emas tersebut yaitu (1) Reksa Dana Syariah Premier ETF Gold Sharia Indonesia  (XGLD) yang diterbitkan oleh PT Indo Premier Investment Management; (2) Reksa Dana Syariah  Trimegah Syariah ETF Emas (XTRA) yang diterbitkan oleh PT Trimegah Asset Management; (3)  Reksa Dana Syariah Mandiri ETF Emas (XMES) yang diterbitkan oleh PT Mandiri Manajemen  Investasi; (4) Reksa Dana Syariah BRI MI Gold ETF Syariah (XDES) yang diterbitkan oleh PT BRI  Manajemen Investasi, dan (5) Reksa Dana Syariah Syailendra ETF Sharia Gold (XSGO) yang  diterbitkan oleh PT Syailendra Capital.

Kehadiran kelima produk tersebut turut didukung oleh berbagai pelaku pasar dalam ekosistem ETF  Emas. PT Bank CIMB Niaga Tbk, Deutsche Bank AG Cabang Jakarta, dan PT Bank HSBC Indonesia  berperan sebagai Bank Kustodian; PT Mandiri Sekuritas, PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, PT Indo  Premier Sekuritas, dan PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk sebagai Dealer Partisipan; serta PT  Pegadaian (Persero) sebagai penyedia dan penyimpan emas.

Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik mengatakan, kehadiran ETF Emas merupakan langkah penting  dalam memperluas pilihan produk investasi sekaligus memperkuat keterhubungan antara pasar modal  dengan ekosistem bullion nasional.

  “Peluncuran ETF Emas menjadi tonggak penting dalam  pengembangan pasar modal Indonesia. Melalui produk ini, investor dapat memperoleh eksposur  terhadap emas melalui instrumen yang diperdagangkan di Bursa. Kami berharap ETF Emas dapat  memperluas akses dan pilihan investasi bagi investor ritel maupun institusi, sekaligus membuka  konektivitas yang lebih luas antara pasar modal dengan ekosistem bullion nasional. ” ujar Jeffrey dalam keterangan resmi, Senin ( 10/8)

ETF Emas merupakan reksa dana berbentuk Kontrak Investasi Kolektif (KIK) yang unit penyertaannya diperdagangkan di Bursa, dengan aset yang mendasari berupa emas. ETF Emas yang dicatatkan di BEI memiliki portofolio minimal 95% pada aset emas, dengan tingkat kemurnian minimum 99,5% yang tersertifikasi LBMA atau 99,9% yang tersertifikasi SNI 8080: 2020. 

Bagi investor, ETF Emas memberikan alternatif untuk memperoleh eksposur terhadap aset emas  melalui mekanisme perdagangan di Bursa, tanpa perlu melakukan pembelian dan penyimpanan emas fisik secara langsung. Investor dapat membeli dan menjual unit penyertaan ETF Emas melalui  perusahaan sekuritas, sama seperti transaksi ETF pada umumnya.

Dari sisi regulasi, kehadiran ETF Emas didukung oleh kerangka pengaturan yang telah disiapkan, yaitu  Peraturan OJK (POJK) Nomor 2 Tahun 2026 tentang Reksa Dana Berbentuk Kontrak Investasi Kolektif  yang Unit Penyertaannya Diperdagangkan di Bursa Efek dengan Aset yang Mendasari Berupa Emas.  

Selanjutnya, BEI menerbitkan Perubahan Peraturan Bursa Nomor I-C tentang Pencatatan Unit  Penyertaan Reksa Dana Berbentuk Kontrak Investasi Kolektif yang Unit Penyertaannya  Diperdagangkan di Bursa, Peraturan Nomor II-C tentang Perdagangan Unit Penyertaan Reksa Dana  Berbentuk Kontrak Investasi Kolektif yang Unit Penyertaannya Diperdagangkan di Bursa, dan  Peraturan Nomor III-L tentang Dealer Partisipan ETF untuk mengakomodasi perdagangan ETF Emas  di Bursa.  

Selain itu, pengembangan ETF Emas juga telah memperoleh Fatwa DSN-MUI No. 163/DSN￾MUI/VIII/2025 tentang Exchange Traded Fund (ETF) Syariah Emas. Hal ini semakin memperluas  pilihan instrumen investasi berbasis emas bagi investor, khususnya investor yang memiliki preferensi  terhadap produk investasi syariah.  

Dalam rangka mendorong pengembangan produk pada tahap awal, BEI memberikan insentif berupa  pembebasan biaya pencatatan awal ETF Emas berdasarkan Keputusan Direksi BEI Nomor Kep-00098/BEI/06-2026, yang diberlakukan hingga 31 Desember 2026. Insentif tersebut diharapkan dapat  meningkatkan efisiensi Manajer Investasi dalam proses penerbitan ETF Emas di pasar modal Indonesia.

Melalui peluncuran ETF Emas, BEI berharap pengembangan produk berbasis emas dapat terus  berlanjut dan memberikan kontribusi terhadap pendalaman pasar modal, peningkatan variasi produk  investasi, perluasan basis investor, serta penguatan ekosistem bullion Indonesia.

Kehadiran ETF Emas  juga menjadi bagian dari komitmen BEI untuk terus menghadirkan produk dan infrastruktur pasar yang  inovatif, kompetitif, dan relevan dengan kebutuhan investor. (Redaksi )

🛡️ Hak Cipta & Atribusi Redaksi Bisnis Papua

Artikel berjudul "BEI Catat 5 ETF Emas Perdana, Perluas Akses Investasi" dipublikasikan resmi oleh redaksi Bisnis Papua. Dilarang mengutip, menyadur, atau menyebarluaskan sebagian maupun seluruh materi tanpa mencantumkan tautan sumber aktif: https://bisnispapua.com/bei-catat-5-etf-emas-perdana-perluas-akses-investasi/

🛍️

Rekomendasi Belanja & Komoditas Asli Papua

Produk UMKM & Komoditas Unggulan Terverifikasi Redaksi Bisnis Papua di Marketplace Resmi.

Official Affiliate Partners
Kopi Arabika Wamena Diskon 26% Tokopedia
Komoditas • Lembah Baliem
Kopi Arabika Organik Single Origin Wamena 250g
Rp 85.000 Rp 115.000
Beli di Tokopedia ›
Noken Asli Papua Diskon 20% Shopee
Kerajinan • Warisan UNESCO
Noken Rajut Serat Kulit Kayu Anggrek Asli Mama Papua
Rp 275.000 Rp 350.000
Beli di Shopee ›
Minyak Buah Merah Papua Diskon 15% Tokopedia
Herbal Alami • Papua
Minyak Sari Buah Merah Asli Papua (Ekstrak Murni 100ml)
Rp 125.000 Rp 150.000
Beli di Tokopedia ›
Madu Hutan Wamena Diskon 18% Shopee
Superfood • Jayawijaya
Madu Murni Hutan Pegunungan Wamena Papua Asli 350ml
Rp 145.000 Rp 175.000
Beli di Shopee ›

Tulis Tanggapan Anda

Komentar dimoderasi sesuai dengan Pedoman Pemberitaan Media Siber.

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *