JAYAPURA ( Bisnis Papua )- Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapasawit Indonesia (GAPKI), Eddy Martono mengatakan, industri sawit mendukung ekonomi Indonesia. Pada 2022 lalu, industri sawit mampu menghasilkan devisa sebesar 39,7 juta dolar Amerika atau setara Rp600 triliun.
Publikasikan Program & Berita Bisnis Anda di Jaringan Terpercaya BisnisPapua.com
Jangkau puluhan ribu pengambil keputusan, pelaku UMKM, perbankan dan investor di 6 Provinsi Tanah Papua.
“Angka yang cukup fantastis ini membuat neraca perdagangan Indonesia positif, ” ungkap Eddy dalam kegiatan Rakercab I GAPKI Papua yang turut dihadiri Plt Asisten II Setda Papua, Suzana Wanggai, di Hotel Swisbell Jayapura, Rabu (20/12/2023).
Selain menghasilkan devisa yang cukup besar, industri sawit juga mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar, baik secara langsung maupun tidak langsung.
“Secara nasional, ada 16,2 juta orang yang bekerja di industri sawit. Kita menyumbangkan devisa cukup besar, dan produsen minyak sawit terbesar di dunia, tetapi di satu sisi, kita juga sebagai konsumen minyak sawit terbesar di dunia, ” ujar Eddy.
Sementara, di wilayah Papua termasuk daerah otonomi baru, kata Eddy, sesuai data statistik Ditjen Perkebunan tahun 2022, luas areal kebun sawit mencapai 251.864 hektar, meliputi 190.122 hektar di Papua atau 7,8 persen perkebunan sawit raya dan 61.742 hektar di Papua Barat.
“Produksinya 843.748 ton CPO per tahun. Di Papua meliputi 743.748 ton, dan Papua Barat sebanyak 9.890 ton. Tanah Papua masih cukup luas dan masih berpotensi untuk mengembangkan industri sawit, ” ujarnya.
Artikel berjudul "GAPKI : Industri Sawit Mampu Hasilkan Devisa Rp 600 Triliun" dipublikasikan resmi oleh redaksi Bisnis Papua. Dilarang mengutip, menyadur, atau menyebarluaskan sebagian maupun seluruh materi tanpa mencantumkan tautan sumber aktif: https://bisnispapua.com/gapki-industri-sawit-mampu-hasilkan-devisa-rp-600-triliun/
Tulis Tanggapan Anda
Komentar dimoderasi sesuai dengan Pedoman Pemberitaan Media Siber.