⏱️ Waktu Baca: ~3 Menit(502 kata)

 

JAYAPURA ( bisnispapua.com )- Pasar sepeda motor Honda di Papua menunjukkan pertumbuhan positif sepanjang 2026.

Corporate Communication ( Corcomm ) Astra Motor Papua, Nicolaus Bimo, mengatakan hingga September 2026 penjualan Honda di wilayah kerja Astra Motor Papua mencapai sekitar 30 ribu unit, atau tumbuh 14% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

BACA JUGABisnis•Rekomendasi Redaksi

“Untuk akhir tahun, kami menargetkan di angka kurang lebih 40 ribu unit. Fokus kami pada sisa tahun ini adalah memastikan ketersediaan produk sesuai kebutuhan setiap wilayah, memperkuat aktivitas penjualan, serta mempercepat pelayanan kepada konsumen,” ujar Corcom Astra Motor Papua, Nicolaus Bimo dalam keterangan tertulis kepada bisnispapua.com, Sabtu ( 31/10).

Menurutnya, pertumbuhan tersebut mencerminkan masih kuatnya kebutuhan sepeda motor sebagai sarana mobilitas masyarakat , meskipun daya beli dan aktivitas ekonomi disejumlah wilayah Papua bergerak fluktuatif.

IKLAN TENGAH ARTIKEL

“Secara kumulatif, penjualan Honda tumbuh 14%, meskipun pergerakan permintaan di setiap wilayah dan setiap bulan,” ungkap Bimo.

Menurutnya, kebutuhan sepeda motor sebagai sarana mobilitas harian tetap menjadi penopang permintaan, baik untuk bekerja, bersekolah, maupun menjalankan aktivitas usaha. Namun keputusan konsumen semakin mempertimbangkan keterjangkauan harga, efisiensi bahan bakar, serta kemudahan perawatan.

” Daya beli, aktivitas ekonomi daerah, dan akses pembiayaan memengaruhi keputusan serta waktu pembelian. Karena itu, kami menyesuaikan pilihan produk dan program penjualan dengan kebutuhan serta kemampuan konsumen.” ujar Bimo.

Ia mengatakan, Di tengah pertumbuhan penjualan, Astra Motor Papua masih melihat peluang ekspansi pasar disejumlah wilayah yang dinilai memiliki potensi belum tergarap optimal.

” Menjadi perhatian kami adalah Sorong dan wilayah sekitarnya, serta pengembangan pasar di Merauke, Timika, dan Nabire. Peluangnya perlu dilihat lebih rinci hingga tingkat distrik, karena karakter pasar dan jangkauan layanan di setiap wilayah berbeda,” kata Bimo.

Menurutnya, strategi yang dilakukan memetakan wilayah dengan kebutuhan mobilitas tinggi yang belum terlayani optimal, kemudian mendekatkan titik penjualan, aktivitas pemasaran, dan layanan purna jual.Pelaksanaannya dapat berupa pameran di pusat aktivitas masyarakat, kerja sama dengan komunitas dan tempat kerja, serta penguatan stok pada jaringan terdekat.

“Kami ingin pertumbuhan penjualan diikuti kemudahan konsumen mendapatkan servis dan suku cadang.” ujar Bimo.

Lanjutnya, adapun tantangan yang dihadapi adalah karakter geografis Papua membuat logistik menjadi salah satu faktor penting dalam pelayanani. Untuk wilayah tertentu, pengiriman memerlukan beberapa tahapan transportasi sehingga berpengaruh terhadap biaya dan waktu distribusi. Besarnya biaya relatif menurut tujuan, moda transportasi, akses jalan, dan frekuensi pengiriman. Karena itu, tambahan biaya maupun waktu pengiriman tidak dapat disamaratakan untuk seluruh wilayah pedalaman.

“Upaya yang kami prioritaskan adalah memperbaiki perencanaan stok, mengoptimalkan rute dan jadwal pengiriman, serta memperkuat titik penyimpanan yang strategis. Tujuannya agar ketersediaan produk lebih terjaga dan waktu tunggu konsumen dapat ditekan,” pungkas Bimo.

Sementara itu, Nur, konsumen Honda di Jayapura menuturkan, memilih sepeda motor Honda sebagai kendaraan keluarga karena selain irit bahan bakar minyak  ( BBM ) ketersediaan dan harga suku cadang cukup terjangkau.

” Kami pilih  sepeda motor Honda karena irit BBM suku cadang selalu tersedia dan tidak terlalu mahal,” tuturnya.

Senada dengan itu, Aisya ibu rumah tangga di Jayapura,juga memilih sepeda motor Honda sebagai kendaraan yang digunakan untuk keluarga dan aktivitas usaha.

” Sepeda motor Honda memang cocok untuk kendaraan keluarga juga untuk aktivitas usaha, antar jualan atau barang dagangan, selain irit, untuk biaya servisnya juga tidak kemahalan,” akunya. (Muhammad Kasim )